Rabu, 04 Mei 2011

Bukan Sebuah Halangan Untuk Tetap Maju ke Depan!

“Terkadang maut itu begitu dekat, hangat..sampai kita tak tersadar kita larut di dalamnya..tapi sanggup kah kita menjadikannya teman?”(SAWOT)


Halo blog! Lama sekali saya tak berbagi cerita denganmu. Banyak hal terjadi belakangan ini, termasuk kondisi fisik yang masih naik turun. Beberapa kali sempat mengalami kambuh penyakit lama. Sakit yang saya derita ini memang cukup mempengaruhi kegiatan yang berlangsung pada waktu itu, sekarang sudah lebih baik.

Pernahkah kalian membayangkan tentang kematian? Orang-orang menggambarkan kematian sebagai sesuatu yang dingin, mengerikan, dan kejam. Benarkah demikian adanya? Apakah memang kematian itu sebegitu mengerikannya? Saya membayangkan hal ini karena sakit yang saya derita. Berlebihan? Tergantung bagaimana orang menanggapinya.

Mungkin ketika kita melihat film animasi pendek Happy Tree Friends, kematian digambarkan dengan gambar-gambar yang "lucu" menurut versi mereka. Sebagian orang menganggap itu sebagai sesuatu yang mengerikan dan sebagian lagi menganggap itu konyol. Sama seperti ketika kita melihat kematian dari sudut pandang masing-masing orang, tidak semua beranggapan sama.

Semua ini berawal dari sakit yang saya derita. Ini sudah terjadi semenjak saya kelas 3 SMA pada waktu itu. Saya sempat mengalami sakit pukul 3 pagi dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Hasilnya memang cukup membuat saya tercengang dan takut setengah mati. Pada waktu itu saya sempat berkata dalam diri saya "Gusti, aku emoh mati sekarang..jangan yo.."

Sakit saya ini melebihi siksaan lahir batin ketika mendengarkan SM*SH konser tunggal selama 2 jam. Bahkan lebih buruk daripada konser non-stop Justin Bieber selama 24 jam. Cenat-cenut, cekat-cekot, semua saya rasakan. Beberapa kali memang masih harus diberikan obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi.

Rasanya cukup tersiksa, namun saya harus tetap bertahan. Kondisi ini tidak membuat saya mau untuk datang ke rumah sakit dan menjalani semua layaknya orang sakit. Saya sehat. Rasa sakit itu datang sesaat dan saya sudah bisa mengendalikan rasa sakitnya.

Mungkin, hal ini akan berbeda ketika saya tak memiliki orang-orang yang luar biasa di sekeliling saya. Mereka yang menguatkan saya untuk tetap bertahan. Saya juga berkata dalam diri saya sendiri, “hey, saya belum melakukan sesuatu yang berarti bagi kehidupan ini. Saya ingin memberikan sebuah perubahan walau sedikit saja!”. Mungkin hal yang saya lakukan di masa mendatang nanti lebih dahsyat dari fenomena Justin Bieber..:)

Saya tetap ingin menatap masa depan. Kondisi fisik ini mungkin memang cukup menganggu, tapi saya mencoba melawan itu. Masa depan nanti masih panjang dan saya yakin, suatu saat saya akan menjadi bagian dari perubahan yang terjadi di masa depan.

Bagi kalian yang merasa ingin mengakhiri hidup kalian atau menyerah pada keadaan, kalian tak lebih baik daripada SM*SH, Justin Bieber, ataupun fenomena yang cukup ajaib di masa sekarang. Hargailah kehidupan yang telah Tuhan berikan pada kalian. Kematian bukanlah solusi, harapan dan perjuangan adalah jawaban..:)

Bersama dengan sebuah refleksi hidup, keheningan, dan kesunyian tulisan ini dibuat..semoga tulisan yang cukup berat ini (?) menjadi renungan bagi yang membacanya..semoga hari anda menyenangkan!..Cheers!

Tidak ada komentar: