Senin, 30 Mei 2011

Balada Alpha dan Omega

“Wajah ganteng, uang banyak, mobil bagus, tapi hati busuk itu sama dengan nol besar” (SAWOT)


Terlalu sibuk dengan dinamika yang ada membuat saya lupa untuk mengunggah cerita-cerita baru di blog ini, namun kini saya kembali dengan banyak cerita. Ada berita yang menarik untuk saya tuliskan di blog ini, buruk dan baik. Berita mana yang anda mau dengar? Tentu saja pasti yang baik akan jauh lebih menyenangkan, tapi lebih baik diawali dari yang buruk dulu saja. Kenapa yang buruk? Karena cerita film-film Hollywood rata-rata berakhir bahagia..he-he-he..

Oke, berita buruknya adalah saya mengakhiri hubungan saya dengan Ms.Dreams secara resmi. Kami berdua resmi berpisah karena alasan yang cukup menyakitkan sebenarnya : orang ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, kedelapan, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan..(eh? kok malah senam ya?). Maksud saya hanya ada orang ketiga, yang keempat dan seterusnya fiktif semata. Orang ketiga ini memang cukup berbahaya, bahkan bisa dibilang orang ini adalah gulma di padang rumput, batu karang di perjalanan, dan rumput berduri ditengah padang rumput. Menganggu dan merusak segalanya.

Awalnya memang tidak ada ke-khawatiran atas semua ini, saya juga membiarkan dia berjalan dengan, ya sebut saja, Mr.Monkey-lah. Tapi makin lama, Mr.Monkey ini makin berbahaya. Tidak hanya mengajari Ms.Dreams untuk makan pisang, tapi juga pokki rasa pisang (Lho?! Maksudnya??). Tidak hanya itu, Mr.Monkey ini juga mulai “menyimpangkan” hubungan saya dengan Ms.Dreams.

Secara fisik, Mr.Monkey ini memiliki tampilan yang (katanya) istimewa. Wajahnya tampan bak artis-artis (figuran) jaman sekarang. Uang pun melimpah, walau saya tahu pasti itu uang orang tua yang kemudian dihambur-hamburkan begitu saja, tapi itu bukan masalah : dia kaya. Mobil, jelas tidak perlu ditanyakan lagi, begitu elegan,eksotis,dan yang jelas itu bukan mobil dengan harga yang “murah”..tampilannya begitu menggoda, begitu luar biasa..ah, Seraa! (Lho?!). Dari ketiga hal ini, kekalahan telak menjadi milik saya dan itu sudah jelas terlihat dengan kasat mata. Saya mengakui itu dengan lila legawa (ikhlas).

Tapi secara hati, jelas Mr.Monkey ini bukanlah orang yang baik menurut saya. Berdasarkan hasil dari track record-nya, jelas pria ini bisa dilabeli sebagai pria yang kurang tepat untuknya (maaf bukan menjelek-jelekkan, kenyataan berbicara :D). Hatinya busuk walaupun tampilan fisiknya bagus, begitulah gambaran yang bisa terlihat.

Secara hati jelas untuk Ms.Dreams sangat istimewa. Saya jelas memberikan segala sesuatu yang terbaik untuknya, tak pernah setengah hati menjalankan semuanya, dan tak pernah bermain-bermain dengan segala keputusan. Perpaduan inilah yang membuat saya bisa melabeli diri bahwa hati saya “istimewa”. Selain itu, perpaduan dari rempah-rempah terbaik, dicampur biji kopi pilihan, dan tanaman-tanaman palawija di bumi nusantara menghasilkan perpaduan yang luar biasa yaitu Gantengin! (Halah!).

Jelas mungkin ini sedikit narsis, kenyataan berbicara lain memang. Konsep “istimewa” hati saya tak bisa mengalahkan konsep “hampir sempurna” secara fisik dari Mr.Monkey dari sudut pandangnya (mungkin?). Jelas saya kalah secara telak dan inilah kenyataan bung!

Sebenarnya ketika mau bertanya apakah hal ini menyakitkan dengan mantab saya akan menjawab “Ya!”, tapi hal ini bukanlah sebuah alasan untuk jatuh dan meratapi nasib. Jelas mungkin kenyataan memang pahit sekarang ini, tapi di masa mendatang siapa yang tahu? Saya sendiri tetap menyikapi ini dengan sewajarnya, tidak terlalu sedih dan senang. Bahkan saya tidak tahu apakah saya harus tertawa keras atau menangis sedu. Tapi semua itu terdengar konyol dan sangat menyedihkan jika diratapi.

I forget Jakarta/ All the friendly faces in disguise/ This time, I’m closing down this fairytale. Ada hal yang benar dari lirik lagu Adhitia Sofyan, Forget Jakarta, mungkin inilah saat mengucapkan selamat tinggal pada kenangan 5 tahun bersama. Menghapusnya seperti men-delete sebuah folder? Terlalu banyak hal yang indah untuk “dibakar” dan dilenyapkan berkaitan dengan kenangan saya, kamu, dan Jakarta. Mungkin dongeng ini hanya akan ditutup tapi tidak diakhiri. Mengakhiri dongeng yang sudah saya “ceritakan” selama 5 tahun tampaknya sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Apakah ada kemungkinan saya kembali? Masih banyak kemungkinan. Mungkin, mungkin, dan mungkin untuk sekarang ini.

Itulah berita buruk yang saya bawa dan masih tersisa berita baik-nya. Apakah berita itu? Seberapa bahagiakah berita itu? Saya akan menjawab mungkin ada sebuah titik terang ketika kegelapan ini muncul, sebuah pencerahan untuk memulai sesuatu yang baru.

Berita baiknya adalah saya tetap menjalankan hidup seperti biasanya, seakan-akan semua ini tidak terjadi. Saya menjalankan hidup ini dengan tegar, penuh semangat, dan senyuman pada setiap momennya. Untuk masalah relasi? Ternyata juga ada pencerahan. Sebut saja orang ini Ms.Princess, dia adalah salah satu orang manis dan tidak terlihat membosankan yang pernah saya temui.

Ms.Princess dan saya memang belum berkenalan dalam jangka waktu yang bertahun-tahun, tapi setidaknya sudah saling tahu informasi standar pada umumnya. Perkenalan diri dan percakapan singkat. Tapi entah kenapa saya merasa ada sebuah dinamika menarik yang akan saya temui dengan orang ini. Sejauh apa dan bagaimana, sampai tulisan ini diturunkan semua ini masih berlanjut.

Seperti apakah kisah kelanjutannya? Nantikan saja di cerita berikutnya, yang jelas tidak akan saya ceritakan di kisah ini. Dalam kehampaan hati, dinginnya malam, dan keheningan yang memekakan telinga (wuss, bahasanya!) tulisan ini dibuat..Semoga hari anda semua menyenangkan dan anda semua mampu untuk berjalan ditengah kerasnya badai atau ombak..Cheers!

Kamis, 05 Mei 2011

Sebuah Surat (Labil) Dari Masa Lalu

“Sometimes the heart sees what is invisible to the eye.” (H. Jackson Brown, Jr.)


Beberapa hari ini saya sempat iseng membuka folder-folder lama di laptop dan menemukan banyak dokumen menarik. Mulai dari cerpen-cerpen yang saya buat sewaktu duduk di bangku SMA sampai dengan surat-surat yang pada waktu itu saya buat. Saya menemukan sebuah surat, cukup lawas memang, permintaan maaf pada Ms.Dreams.

Surat itu merupakan surat minta maaf karena pada waktu itu saya dan dia sedang bertengkar karena ada beberapa masalah. Setelah di baca dan diamati lagi saya menyadari satu hal, betapa labilnya saya pada waktu itu. Tapi semua orang memang bisa menjadi labil dan itu merupakan hal wajar dan manusia. Penasaran dengan isi suratnya? Inilah surat yang saya buat ketika saya masih labil..:)

Dear Ms.Dreams,

Hey, apa kabar kamu disana? Udah berapa lama kita gak ngobrol ya? Semenjak kita berantem waktu itu kamu jadi gak mau ngomong sama sekali sama aku. Jujur aja aku khawatir lho, sumpah mati kesamber gledek! Aku bener-bener bingung, gak bisa makan dan tidur dengan tenang. Dalam pikiranku Cuma satu, kamu!

Kenapa sih kita masih diem-dieman kayak anak kecil gini? Mbok kita selesaikan masalah ini dengan baik-baik, ngobrol dengan enak, dan masalah pun beres. Aku beneran takut kalo ini semua berlanjut dan kita mengucapkan kata yang paling gak enak itu. Aku gak mau kata “putus” itu keluar dan mengakhiri semua.

Oke, aku tau aku salah sama kamu. Aku salah karena udah marahin dan mungkin membuat kamu kecewa dengan kata-kataku. Jujur waktu itu aku emosi dan cemburu buta. Aku cemburu liat kamu sama cowok itu! Sumpah! Rasanya aku gak terima kamu jalan bareng sama cowok itu!

Aku tahu kalo dia itu temenmu, tapi apa salah kalo aku cemburu karena itu? Aku juga punya rasa cemburu. Aku tau apa yang jadi prasangkaku itu gak dewasa, konyol, dan gak masuk akal. Semua itu aku lakuin karena aku sayang sama kamu!

Aku harap dengan surat ini kamu bisa maafin aku, kita bisa ngobrol lagi kayak sebelumnya, dan hubungan ini bisa kembali kayak sebelumnya. Maafin aku yang udah salah sama kamu. Aku berharap kamu bisa ngerti dan mau maafin aku. Kalo memang kamu gak bisa terima itu, aku siap nerima apapun keputusanmu. Sekali lagi maafin kebodohanku.

Dari orang yang sayang denganmu

Surat ini mungkin juga bisa menjadi bukti bahwa dalam suatu masa kita pasti punya masa labil. Saya tidak percaya dengan orang yang tidak mengalami masa labil dalam hidupnya. Labil itu bukan dosa, itu adalah sebuah keadaan yang memang terjadi dan harus kita hadapi.

Bersama dengan kegalauan masa lalu, memori lucu, percakapan saya dan dia, dan segelas coklat panas tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan!...Cheers!

Rabu, 04 Mei 2011

Bukan Sebuah Halangan Untuk Tetap Maju ke Depan!

“Terkadang maut itu begitu dekat, hangat..sampai kita tak tersadar kita larut di dalamnya..tapi sanggup kah kita menjadikannya teman?”(SAWOT)


Halo blog! Lama sekali saya tak berbagi cerita denganmu. Banyak hal terjadi belakangan ini, termasuk kondisi fisik yang masih naik turun. Beberapa kali sempat mengalami kambuh penyakit lama. Sakit yang saya derita ini memang cukup mempengaruhi kegiatan yang berlangsung pada waktu itu, sekarang sudah lebih baik.

Pernahkah kalian membayangkan tentang kematian? Orang-orang menggambarkan kematian sebagai sesuatu yang dingin, mengerikan, dan kejam. Benarkah demikian adanya? Apakah memang kematian itu sebegitu mengerikannya? Saya membayangkan hal ini karena sakit yang saya derita. Berlebihan? Tergantung bagaimana orang menanggapinya.

Mungkin ketika kita melihat film animasi pendek Happy Tree Friends, kematian digambarkan dengan gambar-gambar yang "lucu" menurut versi mereka. Sebagian orang menganggap itu sebagai sesuatu yang mengerikan dan sebagian lagi menganggap itu konyol. Sama seperti ketika kita melihat kematian dari sudut pandang masing-masing orang, tidak semua beranggapan sama.

Semua ini berawal dari sakit yang saya derita. Ini sudah terjadi semenjak saya kelas 3 SMA pada waktu itu. Saya sempat mengalami sakit pukul 3 pagi dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Hasilnya memang cukup membuat saya tercengang dan takut setengah mati. Pada waktu itu saya sempat berkata dalam diri saya "Gusti, aku emoh mati sekarang..jangan yo.."

Sakit saya ini melebihi siksaan lahir batin ketika mendengarkan SM*SH konser tunggal selama 2 jam. Bahkan lebih buruk daripada konser non-stop Justin Bieber selama 24 jam. Cenat-cenut, cekat-cekot, semua saya rasakan. Beberapa kali memang masih harus diberikan obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi.

Rasanya cukup tersiksa, namun saya harus tetap bertahan. Kondisi ini tidak membuat saya mau untuk datang ke rumah sakit dan menjalani semua layaknya orang sakit. Saya sehat. Rasa sakit itu datang sesaat dan saya sudah bisa mengendalikan rasa sakitnya.

Mungkin, hal ini akan berbeda ketika saya tak memiliki orang-orang yang luar biasa di sekeliling saya. Mereka yang menguatkan saya untuk tetap bertahan. Saya juga berkata dalam diri saya sendiri, “hey, saya belum melakukan sesuatu yang berarti bagi kehidupan ini. Saya ingin memberikan sebuah perubahan walau sedikit saja!”. Mungkin hal yang saya lakukan di masa mendatang nanti lebih dahsyat dari fenomena Justin Bieber..:)

Saya tetap ingin menatap masa depan. Kondisi fisik ini mungkin memang cukup menganggu, tapi saya mencoba melawan itu. Masa depan nanti masih panjang dan saya yakin, suatu saat saya akan menjadi bagian dari perubahan yang terjadi di masa depan.

Bagi kalian yang merasa ingin mengakhiri hidup kalian atau menyerah pada keadaan, kalian tak lebih baik daripada SM*SH, Justin Bieber, ataupun fenomena yang cukup ajaib di masa sekarang. Hargailah kehidupan yang telah Tuhan berikan pada kalian. Kematian bukanlah solusi, harapan dan perjuangan adalah jawaban..:)

Bersama dengan sebuah refleksi hidup, keheningan, dan kesunyian tulisan ini dibuat..semoga tulisan yang cukup berat ini (?) menjadi renungan bagi yang membacanya..semoga hari anda menyenangkan!..Cheers!

Senin, 04 April 2011

Wanita Luar Biasa (Menurut Versi Saya)

"Tidak ada wanita yang tidak hebat di dunia ini, dan Ibu saya termasuk di dalamnya" (SAWOT)


Hey dunia imajinerku, apa kabar? Lama sudah kita tak bersua dan saya sangat rindu untuk berbagai cerita-cerita baru yang saya punya. Belum lama ini saya memikirkan sebuah memori masa lalu, yang membuat saya merindukan pagi penuh kenangan.

Selayaknya anak-anak lelaki di dunia ini, jelas bahwa saya juga memiliki selera tersendiri ketika menyangkut masalah wanita. Tipe-tipe tersendiri jelas hanya saya yang tahu persisnya seperti apa dan bagaimana, yang jelas biarkan itu jadi privasi. Saya memang suka ketika melihat wanita (terutama ketika orang itu cantik, he-he-he) karena saya menganggap mereka adalah sosok yang luar biasa. Tapi hanya beberapa orang yang kemudian membuat saya merasakan sesuatu yang “berbeda”

Mereka “berbeda”, ya mereka memang super. Jika diibaratkan nasi goreng, mereka adalah nasi goreng spesial yang menggunakan telur, abon, dan kornet. Tidak banyak wanita yang kemudian saya rasa begitu istimewa.

Berikut ini adalah sosok wanita yang luar biasa (menurut saya) yang pernah saya kenal sepanjang saya hidup selama hampir dua puluh tahun di dunia

Pertama (Pertamax kalo bahasa Kaskusnya), Ms. Shy

Saya memberikan nama pada gadis ini Ms. Shy, dia begitu pemalu bahkan mungkin ketika bertemu dengan saya jarang sekali mengatakan banyak hal. Satu hal yang menarik dari dia adalah senyumannya, entah kenapa bisa membuat saya merasakan sesuatu yang berbeda semacam dag-dig-dug serr di dalam dada.

Saya bertemu dia pertama kali waktu ada acara tanam pohon semasa SMA dulu. Saya satu bus dengan dia. Awalnya saya hanya tidur sepanjang perjalanan tapi saya menjadi tidak bisa tidur karena senyumannya. Menarik hati? Saya jelas akan mengatakan, iya!

Saya sesekali mengontak dia, dan mencari banyak informasi tentang dirinya. Layaknya seorang remaja yang menyukai gadis pada umumnya, saya berusaha mati-matian untuk mencari gadis ini. Saya menemukan banyak info, tapi dia terlalu “tinggi” untuk saya raih.

Pada akhirnya saya cuma bisa memandangnya dari kejauhan dan jadi pemuja rahasianya. Kenapa? Karena sekarang dia sudah memiliki pacar, begitupun juga saya. Sayang sekali memang. Sampai kapan saya memujanya? Entah, saya sendiri juga kurang tahu sampai kapan, hanya Tuhan dan saya yang tahu semua jawabannya :)

Kedua (Keduax, kalo bahasa Kaskusnya), Ms. Twitter

Saya pertama kali kenal dengan Ms. Twitter ini berawal dari situs jejaring sosial yang bernama twitter. Dia adalah MVP DBL tahun 2010 dari salah satu sekolah swasta yang berisi perempuan di Yogyakarta (halah! kayaknya yo udah pada tahu). Orangnya ramah dan sangat bersahabat.

Selayaknya anak-anak muda yang masih berusia belia, dia mengakui bahwa dirinya masih sering galau. Saya melihat itu sebagai sebuah kewajaran. Tapi dibalik itu semua sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya terkesan dengan Ms. Twitter ini.

Saya mengagumi dia karena pikirannya yang terkadang tak mudah untuk ditebak. Seringkali pemikiran dan prinsipnya jauh melebihi usianya yang masih belia karena dia jauh lebih muda dari saya (oke, saya mengakui saya TUA!). Seringkali saya dibuat kagum oleh pemikiran, prinsip, dan keputusannya.

Sekarang ini dia sedang menjalin hubungan dengan anak dari SMA swasta tempat saya dulu bersekolah. Saya juga ikut berbahagia untuk dia, menurut saya ini adalah buah manis dari setiap dinamika hidup yang dijalaninya. Selamat menempuh dinamika baru Ms. Twitter :)

Terakhir, Ms. Dreams :)

Yap, dia adalah gadis yang saya selalu ceritakan di blog ini untuk banyak kali, bahkan mungkin membuat kalian bosan. Dia adalah salah satu dari wanita hebat yang saya temui sejauh ini. Bukan, saya bukan membanggakan dia, tapi inilah kenyataan yang saya rasakan.

Senyumannya selalu membuat saya lupa dengan segala beban yang saya lalui. Kata-katanya selalu memiliki makna mendalam yang dapat saya cerna. Tatapan matanya tak seindah kristal, tapi itulah yang membuatnya jadi berarti di mata saya. Dia selalu ada untuk menopang mimpi yang saya miliki, untuk selalu maju dan menjadi lebih baik. Tak pernah berhenti memberikan dukungan di kala saya jatuh. Selalu membuat saya merasa berarti dan membuat dinamika hidup ini menjadi lebih bermakna.

Konflik yang sesekali terjadi memang menjadi bagian yang tak terpisahkan diantara kami, tapi itulah resep sehatnya sebuah hubungan menurut pandangan saya. Selalu mencoba untuk menyelesaikan segala masalah dengan kepala dingin, walau pun kadang ego masih mendominasi.

Bersama dirinya, saya merasa mendapatkan sebuah proses pendewasaan yang lebih jauh. Belajar untuk bertanggung jawab dengan segala keputusan yang dijalani bersama. Saya selalu berharap yang terbaik bersama dia, tapi Tuhan yang memutuskan semuanya.

Tampaknya sekian dulu untuk kali ini, beberapa tulisan akan segera menyusul untuk dirilis. Bersama dengan keheningan malam dan sebuah hari yang indah tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Kamis, 03 Februari 2011

Februari, Merah, Imlek, dan Valentine

"Sejauh apapun kamu berlari dan berusaha untuk menjauh, kamu akan selalu kembali ke dia dan begitu pula sebaiknya" (Mama)


Halo blog dunia saya, sudah berapa lama kita tak lagi bertegur sapa? Ah, Januari saya kurang produktif karena berbagai acara sampai tak terasa Februari telah berganti. Januari entah kenapa kurang ramah dengan saya, tapi Februari benar-benar membuat saya tersenyum lebar setelah lama tidak melakukannya.

Jujur, quotes mama saya diatas itu sudah dikatakan dua setengah tahun yang lalu. Sudah lama sekali memang, tapi kenyataan itu masih berlanjut sampai sekarang. Saya selalu menyebut gadis ini Ms. Dreams. Dia adalah gadis yang mendekati sempurna yang pernah saya temui. Tiga tahun kami pernah menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Yang jelas dia adalah orang yang benar-benar tahu saya luar dalam.

Sayangnya hubungan kami berakhir dengan cara yang "lucu". Tapi efek LDR memang cukup punya pengaruh besar pada waktu itu. Kami masih muda, ego dalam diri waktu itu masih sangat keras walau kami tahu dalam diri kami masing-masing rasa "berbeda" itu masih kuat. Sempat kehilangan kontak selama beberapa bulan, ibunya lah yang secara tidak langsung mendekatkan kami berdua lagi. Akhirnya hubungan kami berdua menjadi renggang kembali.

Tapi selalu ada keganjilan di antara kami berdua. Di saat saya ingin mencoba berhubungan dengan orang lain, ujung-ujungnya kembali lagi ke dia. Begitu pula sebaliknya, dia juga mengalami hal yang sama. Kami selalu menjawab "Belum punya pacar, masih menikmati hidup" ketika kami bertemu dan mengobrolkan banyak hal, sama dengan apa yang pernah kami lakukan dari dulu sampai saat ini.

Sampai pada akhirnya semua itu mencapai hampir klimaks di bulan Februari ini. Dia memang merayakan imlek karena masih memiliki garis keturunan yang kuat. Dia juga sangat suka ketika imlek datang, bukan karena angpao, tapi karena warna merah. Saya tidak pernah bosan mendengarkan "dongeng"-nya tentang warna merah ketika imlek tiba dan sudah lima tahun ini cerita tentang warna merah ini begitu menarik.

Tiga tahun sewaktu kita masih bersama, dia selalu berkata :
"Eh, aku selalu suka warna merah"
"Kok bisa?"
"Soalnya warna merah itu dipercaya membawa keberuntungan"
"Bukannya emang dari dulu iya ya?"
"Iya"
"Terus?"
"Aku harap, merah ini juga membawa keberuntungan buat kita"
"Ya, semoga saja"
"Semoga ada tahun-tahun berikutnya juga untuk kita lalui, setelah semua yang terjadi"
Dan inilah inti dari kata-kata dan "dongeng"-nya selama tentang warna merah saat imlek tiba. Saya pun selalu antusias untuk mendengarkan hal itu.

Tahun keempat semua menjadi berbeda, karena kami sudah tak lagi berhubungan pada waktu itu. Dia pada waktu itu mengatakan :
"Tahun ini, aku kurang begitu suka dengan warna merah..Merah ternyata nggak membawa keberuntungan sebesar yang aku harapkan. Aku rasa kamu akan setuju dengan hal itu"
"Dongeng" tahun keempat inilah yang paling tragis yang dia ceritakan tentang warna merah. Pada waktu itu saya cuma bisa tersenyum pahit.

Tahun kelima ini tampaknya harapan dan keberuntungan kami berdua cukup baik. Kami sudah kembali ke dinamika tiga tahun yang sempat terhenti selama satu tahun beberapa bulan. Imlek tahun ini pun saya kembali menemaninya lagi ketika dia merayakan Imlek. Dia men-"dongeng" lagi tentang warna merah. Dia mengatakan :
"Ternyata aku salah ketika membenci warna merah, ternyata warna merah itu benar-benar berkesan dan tidak bisa hilang begitu saja. Kita nggak mungkin juga memisahkan warna merah dari Imlek. Iya kan?"
Entah kenapa saya tahu maksud dari kata-katanya. Dia "menampar" saya dengan kata-katanya itu untuk segera terbangun. Saya cuma bisa tersenyum, senyuman termanis yang selalu saya berikan padanya.

Kemarin dia mengajak makan malam beserta keluarganya. Dia mengajak saya dengan nada yang sedikit berbau ancaman juga sebenarnya (hahaha, saya tahu dia membaca ini dan mungkin setelah ini saya bakal di jewer). Entah kenapa saya juga tidak bisa menolak, dan rencana yang sudah saya jadwalkan sebelumnya saya tunda dulu untuk hal yang satu ini.

Saya iseng bertanya pada dia, "Lho, kamu nggak ajak pacarmu aja Imlek-an to?" dan dia menjawab "Pacar? Orang aku sampe sekarang aja gak punya pacar". Saya melanjutkan "Kenapa gak nyari aja?" dan dia menjawab singkat "Soalnya baru nunggu". Saya mencoba bertanya lagi tapi dengan nada iseng "Oh nunggu? selamat ya udah punya pacar baru", dia memasang muka jengkel dan menjawab "Iya nunggu, orangnya bodoh dan gak sadar-sadar kalau aku nunggu dia" sambil melihat ke arahku. Saya terdiam sejenak, merasa dibangunkan dengan cara yang cukup "keras". Sindiran yang sangat mengena.

Saya mencoba melanjutkan dengan sedikit menggodanya, saya bertanya "Orangnya bodoh banget ya pasti?" dia langsung menjawab "Iya bodoh banget!" sambil memandang saya untuk kedua kalinya. Saya ditampar lagi untuk kedua kalinya. Lalu saya iseng berkata "Walau bodoh, tapi pasti kamu suka orangnya kan?" dan wajahnya memerah, dia menjawab "Iya, terserah deh.."

Dari percakapan inilah saya sebenarnya cukup tertampar. Saya memang sudah "terbangun" sebelumnya. Saya menyadari bahwa mimpi ada pada dirinya untuk saat ini, maka dari itu saya memanggilnya Ms. Dreams. Disini saya tidak akan menceritakan apa saja yang terjadi ketika makan malam berlangsung, itu terlalu privasi untuk di ungkapkan :)

Satu hal yang pasti adalah merah itu berkesan dan ia meninggalkan kesan yang cukup kuat selama lima tahun. Mimpi adalah hal penting yang selalu dia bawa. Menanti, membantu, dan selalu ada untuk laki-laki bodoh yang selalu mengejar mimpinya. Valentine tahun ini mungkin akan menjadi merah, berkesan dan kami tak akan melupakannya. Semoga saja demikian :)

Bersama dengan tenangnya pagi, harmoni alam, suara kicau burung, dan perasaan tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan dan Februari menunjukkan keramahannya pada anda..Cheers!

Jumat, 21 Januari 2011

Sebuah Awal Cerah di Bulan Pertama Tahun yang Baru

“Mungkin benar, dinamika awal tahun bukanlah sesuatu yang buruk untuk dilalui..bukan begitu?” (SAWOT)



Ah, sudah berapa lama saya tak meng-update blog ini? Mungkin sudah cukup lama hingga saya sendiri lupa kapan terakhir kali tulisan di blog ini diperbaharui. Kali ini banyak segudang cerita yang saya dapatkan, jelas tidak bisa dijelaskan hanya dalam satu tulisan tapi inilah salah satu cerita yang saya dapatkan di bulan Januari 2011.

Januari, bukan ini bukan lagu dari band Gigi tapi ini realita. Entah kenapa dinamika pada tanggal ini begitu indah. Banyak hal terjadi di hari ini dan dengan semua dinamika ini saya merasa setidaknya hidup lagi setelah sempat mengalami kekeringan.

Dimulai dari percakapan bodoh dengan seorang teman mengenai jodoh dan kawan-kawannya. Entah kenapa semua itu berlanjut dengan seseorang yang belum lama saya kenal tapi setidaknya ada dia mengisi kekosongan dinamika yang saya cari.

Orang ini, sebut saja dia Ms. January, memang belum terlalu lama mengenal saya. Tetapi entah kenapa saya merasa dinamika kosong saya terisi saat kami berdua bercakap-cakap lewat pesan singkat melalui telepon genggam kami masing-masing. Entah dia merasakan hal yang sama atau tidak, saya juga tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi..

Ms. January membuat kotak surat di telepon genggam saya tidak lagi sepi. Selalu saja ada hal-hal yang membuat kami berdua bisa bercakap-cakap walaupun mungkin itu percakapan yang aneh dan sulit dimengerti, sama seperti saya.

Entah, apakah puzzle saya ini bisa dipecahkan olehnya atau tidak. Bukan pesimistis, tapi mungkin juga puzzle saya itu terlalu sulit untuk dipecahkan oleh orang-orang banyak. Hanya beberapa orang yang benar-benar mengenal saya dari kepingan-kepingan puzzle yang mereka susun.

Setidaknya sejauh ini, sampai detik ini, ms. January memberikan sebuah dinamika baru yang mungkin sudah satu tahun hilang dari kehidupan saya. Saya hanya ingin terbang, tetapi tidak terlalu tinggi karena ketika jatuh akan menyakitkan. Saya tidak ingin berkespektasi lebih, hanya ingin menjalani semua ini dan membiarkannya mengalir. Semoga saja ada sebuah akhir yang baik antara saya dan dia.

Bersama dengan jejalan-jejalan keributan hari, kamar yang sepi, dan sedikit resah tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Selasa, 04 Januari 2011

Dunia Maya dan Sebuah Dinamika

"Hal yang paling sulit saya lakukan adalah membiarkan otak saya berhenti untuk berimajinasi dan berpikir" (SAWOT)




Kau, duniamu
Aku, duniaku
terhimpit oleh padatnya jejaring sosial
Dunia maya
luas, sempit, tanpa sekat

Kau, pikiranmu
Aku, pikiranku
terjalin
bergesekan
karena dunia maya

Jejaring sosial
mendekatkan manusia
mendekatkan Tuhan
ujung dunia diraih
satu sentuhan

Kau, dirimu
Aku, diriku
merapatkan diri ke dunia nyata
tak semu
tak kaku
tapi sulit
tak berujung
merabahkan diri
tak mampu

Kau, egomu
Aku, egoku
Tumpahkanlah dalam sebuah diari
maya
tak bersekat
aku rasakan sentuhanmu
kau rasakan sentuhanku
satu
tapi semu

Kau, Aku
Kita
Dunia maya
Dunia nyata
Mendekatlah
Dekaplah
Nafas bersatu
Simfoni kode dan angka
tak berhitung
tak bernada
penuh makna

Kau, Aku
Kita
Mungkinkah maya?


-Semesta, 28 Desember 2010-

n.b. : Puisi ini dibuat ditengah perasaan yang gak menentu, pergolakan tentang dunia maya dan perasaan. Sulit untuk menjabarkannya, tidak ada korelasi sebenarnya tapi entahlah.

Bersama dengan handphone, segelas susu, dan derai hujan tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!