Senin, 04 April 2011

Wanita Luar Biasa (Menurut Versi Saya)

"Tidak ada wanita yang tidak hebat di dunia ini, dan Ibu saya termasuk di dalamnya" (SAWOT)


Hey dunia imajinerku, apa kabar? Lama sudah kita tak bersua dan saya sangat rindu untuk berbagai cerita-cerita baru yang saya punya. Belum lama ini saya memikirkan sebuah memori masa lalu, yang membuat saya merindukan pagi penuh kenangan.

Selayaknya anak-anak lelaki di dunia ini, jelas bahwa saya juga memiliki selera tersendiri ketika menyangkut masalah wanita. Tipe-tipe tersendiri jelas hanya saya yang tahu persisnya seperti apa dan bagaimana, yang jelas biarkan itu jadi privasi. Saya memang suka ketika melihat wanita (terutama ketika orang itu cantik, he-he-he) karena saya menganggap mereka adalah sosok yang luar biasa. Tapi hanya beberapa orang yang kemudian membuat saya merasakan sesuatu yang “berbeda”

Mereka “berbeda”, ya mereka memang super. Jika diibaratkan nasi goreng, mereka adalah nasi goreng spesial yang menggunakan telur, abon, dan kornet. Tidak banyak wanita yang kemudian saya rasa begitu istimewa.

Berikut ini adalah sosok wanita yang luar biasa (menurut saya) yang pernah saya kenal sepanjang saya hidup selama hampir dua puluh tahun di dunia

Pertama (Pertamax kalo bahasa Kaskusnya), Ms. Shy

Saya memberikan nama pada gadis ini Ms. Shy, dia begitu pemalu bahkan mungkin ketika bertemu dengan saya jarang sekali mengatakan banyak hal. Satu hal yang menarik dari dia adalah senyumannya, entah kenapa bisa membuat saya merasakan sesuatu yang berbeda semacam dag-dig-dug serr di dalam dada.

Saya bertemu dia pertama kali waktu ada acara tanam pohon semasa SMA dulu. Saya satu bus dengan dia. Awalnya saya hanya tidur sepanjang perjalanan tapi saya menjadi tidak bisa tidur karena senyumannya. Menarik hati? Saya jelas akan mengatakan, iya!

Saya sesekali mengontak dia, dan mencari banyak informasi tentang dirinya. Layaknya seorang remaja yang menyukai gadis pada umumnya, saya berusaha mati-matian untuk mencari gadis ini. Saya menemukan banyak info, tapi dia terlalu “tinggi” untuk saya raih.

Pada akhirnya saya cuma bisa memandangnya dari kejauhan dan jadi pemuja rahasianya. Kenapa? Karena sekarang dia sudah memiliki pacar, begitupun juga saya. Sayang sekali memang. Sampai kapan saya memujanya? Entah, saya sendiri juga kurang tahu sampai kapan, hanya Tuhan dan saya yang tahu semua jawabannya :)

Kedua (Keduax, kalo bahasa Kaskusnya), Ms. Twitter

Saya pertama kali kenal dengan Ms. Twitter ini berawal dari situs jejaring sosial yang bernama twitter. Dia adalah MVP DBL tahun 2010 dari salah satu sekolah swasta yang berisi perempuan di Yogyakarta (halah! kayaknya yo udah pada tahu). Orangnya ramah dan sangat bersahabat.

Selayaknya anak-anak muda yang masih berusia belia, dia mengakui bahwa dirinya masih sering galau. Saya melihat itu sebagai sebuah kewajaran. Tapi dibalik itu semua sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya terkesan dengan Ms. Twitter ini.

Saya mengagumi dia karena pikirannya yang terkadang tak mudah untuk ditebak. Seringkali pemikiran dan prinsipnya jauh melebihi usianya yang masih belia karena dia jauh lebih muda dari saya (oke, saya mengakui saya TUA!). Seringkali saya dibuat kagum oleh pemikiran, prinsip, dan keputusannya.

Sekarang ini dia sedang menjalin hubungan dengan anak dari SMA swasta tempat saya dulu bersekolah. Saya juga ikut berbahagia untuk dia, menurut saya ini adalah buah manis dari setiap dinamika hidup yang dijalaninya. Selamat menempuh dinamika baru Ms. Twitter :)

Terakhir, Ms. Dreams :)

Yap, dia adalah gadis yang saya selalu ceritakan di blog ini untuk banyak kali, bahkan mungkin membuat kalian bosan. Dia adalah salah satu dari wanita hebat yang saya temui sejauh ini. Bukan, saya bukan membanggakan dia, tapi inilah kenyataan yang saya rasakan.

Senyumannya selalu membuat saya lupa dengan segala beban yang saya lalui. Kata-katanya selalu memiliki makna mendalam yang dapat saya cerna. Tatapan matanya tak seindah kristal, tapi itulah yang membuatnya jadi berarti di mata saya. Dia selalu ada untuk menopang mimpi yang saya miliki, untuk selalu maju dan menjadi lebih baik. Tak pernah berhenti memberikan dukungan di kala saya jatuh. Selalu membuat saya merasa berarti dan membuat dinamika hidup ini menjadi lebih bermakna.

Konflik yang sesekali terjadi memang menjadi bagian yang tak terpisahkan diantara kami, tapi itulah resep sehatnya sebuah hubungan menurut pandangan saya. Selalu mencoba untuk menyelesaikan segala masalah dengan kepala dingin, walau pun kadang ego masih mendominasi.

Bersama dirinya, saya merasa mendapatkan sebuah proses pendewasaan yang lebih jauh. Belajar untuk bertanggung jawab dengan segala keputusan yang dijalani bersama. Saya selalu berharap yang terbaik bersama dia, tapi Tuhan yang memutuskan semuanya.

Tampaknya sekian dulu untuk kali ini, beberapa tulisan akan segera menyusul untuk dirilis. Bersama dengan keheningan malam dan sebuah hari yang indah tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Kamis, 03 Februari 2011

Februari, Merah, Imlek, dan Valentine

"Sejauh apapun kamu berlari dan berusaha untuk menjauh, kamu akan selalu kembali ke dia dan begitu pula sebaiknya" (Mama)


Halo blog dunia saya, sudah berapa lama kita tak lagi bertegur sapa? Ah, Januari saya kurang produktif karena berbagai acara sampai tak terasa Februari telah berganti. Januari entah kenapa kurang ramah dengan saya, tapi Februari benar-benar membuat saya tersenyum lebar setelah lama tidak melakukannya.

Jujur, quotes mama saya diatas itu sudah dikatakan dua setengah tahun yang lalu. Sudah lama sekali memang, tapi kenyataan itu masih berlanjut sampai sekarang. Saya selalu menyebut gadis ini Ms. Dreams. Dia adalah gadis yang mendekati sempurna yang pernah saya temui. Tiga tahun kami pernah menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Yang jelas dia adalah orang yang benar-benar tahu saya luar dalam.

Sayangnya hubungan kami berakhir dengan cara yang "lucu". Tapi efek LDR memang cukup punya pengaruh besar pada waktu itu. Kami masih muda, ego dalam diri waktu itu masih sangat keras walau kami tahu dalam diri kami masing-masing rasa "berbeda" itu masih kuat. Sempat kehilangan kontak selama beberapa bulan, ibunya lah yang secara tidak langsung mendekatkan kami berdua lagi. Akhirnya hubungan kami berdua menjadi renggang kembali.

Tapi selalu ada keganjilan di antara kami berdua. Di saat saya ingin mencoba berhubungan dengan orang lain, ujung-ujungnya kembali lagi ke dia. Begitu pula sebaliknya, dia juga mengalami hal yang sama. Kami selalu menjawab "Belum punya pacar, masih menikmati hidup" ketika kami bertemu dan mengobrolkan banyak hal, sama dengan apa yang pernah kami lakukan dari dulu sampai saat ini.

Sampai pada akhirnya semua itu mencapai hampir klimaks di bulan Februari ini. Dia memang merayakan imlek karena masih memiliki garis keturunan yang kuat. Dia juga sangat suka ketika imlek datang, bukan karena angpao, tapi karena warna merah. Saya tidak pernah bosan mendengarkan "dongeng"-nya tentang warna merah ketika imlek tiba dan sudah lima tahun ini cerita tentang warna merah ini begitu menarik.

Tiga tahun sewaktu kita masih bersama, dia selalu berkata :
"Eh, aku selalu suka warna merah"
"Kok bisa?"
"Soalnya warna merah itu dipercaya membawa keberuntungan"
"Bukannya emang dari dulu iya ya?"
"Iya"
"Terus?"
"Aku harap, merah ini juga membawa keberuntungan buat kita"
"Ya, semoga saja"
"Semoga ada tahun-tahun berikutnya juga untuk kita lalui, setelah semua yang terjadi"
Dan inilah inti dari kata-kata dan "dongeng"-nya selama tentang warna merah saat imlek tiba. Saya pun selalu antusias untuk mendengarkan hal itu.

Tahun keempat semua menjadi berbeda, karena kami sudah tak lagi berhubungan pada waktu itu. Dia pada waktu itu mengatakan :
"Tahun ini, aku kurang begitu suka dengan warna merah..Merah ternyata nggak membawa keberuntungan sebesar yang aku harapkan. Aku rasa kamu akan setuju dengan hal itu"
"Dongeng" tahun keempat inilah yang paling tragis yang dia ceritakan tentang warna merah. Pada waktu itu saya cuma bisa tersenyum pahit.

Tahun kelima ini tampaknya harapan dan keberuntungan kami berdua cukup baik. Kami sudah kembali ke dinamika tiga tahun yang sempat terhenti selama satu tahun beberapa bulan. Imlek tahun ini pun saya kembali menemaninya lagi ketika dia merayakan Imlek. Dia men-"dongeng" lagi tentang warna merah. Dia mengatakan :
"Ternyata aku salah ketika membenci warna merah, ternyata warna merah itu benar-benar berkesan dan tidak bisa hilang begitu saja. Kita nggak mungkin juga memisahkan warna merah dari Imlek. Iya kan?"
Entah kenapa saya tahu maksud dari kata-katanya. Dia "menampar" saya dengan kata-katanya itu untuk segera terbangun. Saya cuma bisa tersenyum, senyuman termanis yang selalu saya berikan padanya.

Kemarin dia mengajak makan malam beserta keluarganya. Dia mengajak saya dengan nada yang sedikit berbau ancaman juga sebenarnya (hahaha, saya tahu dia membaca ini dan mungkin setelah ini saya bakal di jewer). Entah kenapa saya juga tidak bisa menolak, dan rencana yang sudah saya jadwalkan sebelumnya saya tunda dulu untuk hal yang satu ini.

Saya iseng bertanya pada dia, "Lho, kamu nggak ajak pacarmu aja Imlek-an to?" dan dia menjawab "Pacar? Orang aku sampe sekarang aja gak punya pacar". Saya melanjutkan "Kenapa gak nyari aja?" dan dia menjawab singkat "Soalnya baru nunggu". Saya mencoba bertanya lagi tapi dengan nada iseng "Oh nunggu? selamat ya udah punya pacar baru", dia memasang muka jengkel dan menjawab "Iya nunggu, orangnya bodoh dan gak sadar-sadar kalau aku nunggu dia" sambil melihat ke arahku. Saya terdiam sejenak, merasa dibangunkan dengan cara yang cukup "keras". Sindiran yang sangat mengena.

Saya mencoba melanjutkan dengan sedikit menggodanya, saya bertanya "Orangnya bodoh banget ya pasti?" dia langsung menjawab "Iya bodoh banget!" sambil memandang saya untuk kedua kalinya. Saya ditampar lagi untuk kedua kalinya. Lalu saya iseng berkata "Walau bodoh, tapi pasti kamu suka orangnya kan?" dan wajahnya memerah, dia menjawab "Iya, terserah deh.."

Dari percakapan inilah saya sebenarnya cukup tertampar. Saya memang sudah "terbangun" sebelumnya. Saya menyadari bahwa mimpi ada pada dirinya untuk saat ini, maka dari itu saya memanggilnya Ms. Dreams. Disini saya tidak akan menceritakan apa saja yang terjadi ketika makan malam berlangsung, itu terlalu privasi untuk di ungkapkan :)

Satu hal yang pasti adalah merah itu berkesan dan ia meninggalkan kesan yang cukup kuat selama lima tahun. Mimpi adalah hal penting yang selalu dia bawa. Menanti, membantu, dan selalu ada untuk laki-laki bodoh yang selalu mengejar mimpinya. Valentine tahun ini mungkin akan menjadi merah, berkesan dan kami tak akan melupakannya. Semoga saja demikian :)

Bersama dengan tenangnya pagi, harmoni alam, suara kicau burung, dan perasaan tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan dan Februari menunjukkan keramahannya pada anda..Cheers!

Jumat, 21 Januari 2011

Sebuah Awal Cerah di Bulan Pertama Tahun yang Baru

“Mungkin benar, dinamika awal tahun bukanlah sesuatu yang buruk untuk dilalui..bukan begitu?” (SAWOT)



Ah, sudah berapa lama saya tak meng-update blog ini? Mungkin sudah cukup lama hingga saya sendiri lupa kapan terakhir kali tulisan di blog ini diperbaharui. Kali ini banyak segudang cerita yang saya dapatkan, jelas tidak bisa dijelaskan hanya dalam satu tulisan tapi inilah salah satu cerita yang saya dapatkan di bulan Januari 2011.

Januari, bukan ini bukan lagu dari band Gigi tapi ini realita. Entah kenapa dinamika pada tanggal ini begitu indah. Banyak hal terjadi di hari ini dan dengan semua dinamika ini saya merasa setidaknya hidup lagi setelah sempat mengalami kekeringan.

Dimulai dari percakapan bodoh dengan seorang teman mengenai jodoh dan kawan-kawannya. Entah kenapa semua itu berlanjut dengan seseorang yang belum lama saya kenal tapi setidaknya ada dia mengisi kekosongan dinamika yang saya cari.

Orang ini, sebut saja dia Ms. January, memang belum terlalu lama mengenal saya. Tetapi entah kenapa saya merasa dinamika kosong saya terisi saat kami berdua bercakap-cakap lewat pesan singkat melalui telepon genggam kami masing-masing. Entah dia merasakan hal yang sama atau tidak, saya juga tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi..

Ms. January membuat kotak surat di telepon genggam saya tidak lagi sepi. Selalu saja ada hal-hal yang membuat kami berdua bisa bercakap-cakap walaupun mungkin itu percakapan yang aneh dan sulit dimengerti, sama seperti saya.

Entah, apakah puzzle saya ini bisa dipecahkan olehnya atau tidak. Bukan pesimistis, tapi mungkin juga puzzle saya itu terlalu sulit untuk dipecahkan oleh orang-orang banyak. Hanya beberapa orang yang benar-benar mengenal saya dari kepingan-kepingan puzzle yang mereka susun.

Setidaknya sejauh ini, sampai detik ini, ms. January memberikan sebuah dinamika baru yang mungkin sudah satu tahun hilang dari kehidupan saya. Saya hanya ingin terbang, tetapi tidak terlalu tinggi karena ketika jatuh akan menyakitkan. Saya tidak ingin berkespektasi lebih, hanya ingin menjalani semua ini dan membiarkannya mengalir. Semoga saja ada sebuah akhir yang baik antara saya dan dia.

Bersama dengan jejalan-jejalan keributan hari, kamar yang sepi, dan sedikit resah tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Selasa, 04 Januari 2011

Dunia Maya dan Sebuah Dinamika

"Hal yang paling sulit saya lakukan adalah membiarkan otak saya berhenti untuk berimajinasi dan berpikir" (SAWOT)




Kau, duniamu
Aku, duniaku
terhimpit oleh padatnya jejaring sosial
Dunia maya
luas, sempit, tanpa sekat

Kau, pikiranmu
Aku, pikiranku
terjalin
bergesekan
karena dunia maya

Jejaring sosial
mendekatkan manusia
mendekatkan Tuhan
ujung dunia diraih
satu sentuhan

Kau, dirimu
Aku, diriku
merapatkan diri ke dunia nyata
tak semu
tak kaku
tapi sulit
tak berujung
merabahkan diri
tak mampu

Kau, egomu
Aku, egoku
Tumpahkanlah dalam sebuah diari
maya
tak bersekat
aku rasakan sentuhanmu
kau rasakan sentuhanku
satu
tapi semu

Kau, Aku
Kita
Dunia maya
Dunia nyata
Mendekatlah
Dekaplah
Nafas bersatu
Simfoni kode dan angka
tak berhitung
tak bernada
penuh makna

Kau, Aku
Kita
Mungkinkah maya?


-Semesta, 28 Desember 2010-

n.b. : Puisi ini dibuat ditengah perasaan yang gak menentu, pergolakan tentang dunia maya dan perasaan. Sulit untuk menjabarkannya, tidak ada korelasi sebenarnya tapi entahlah.

Bersama dengan handphone, segelas susu, dan derai hujan tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Kamis, 30 Desember 2010

2010, Sebuah Tahun Berharga Penuh Pelajaran

"Bitter experience has taught us how fundamental our values are and how great the mission they represent." (Jan Peter Balkenende)


Tahun 2010 sudah hampir berakhir. Saya merasa waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin sore tahun berganti. Baru kemarin juga kejadian-kejadian luar biasa berlalu. Tahun yang istimewa untuk dilewati dan kadang saya berharap semua ini tidak akan berganti.

Mungkin kalo digambarkan inti dari perjalanan tahun ini bisa di ringkas seperti ini
Tahun 2010 :

Januari :
- Pertama kali kerja bareng Kompas Muda dan ketemu temen-temen yang luar biasa!
- Mengucapkan "Happy 1st Month" untuk mantan saya, mbak Beruang

Februari :
- Kehilangan kakek yang mengerti saya dari keluarga mama
- Putus dengan mbak Beruang
- Pergi ke Jakarta untuk Anniversary Kompas Muda, ketemu temen-temen baru dari berbagai daerah dan ada yang membawa minuman khas kotanya

Maret :
- Jadi dukun di acara DOC (Discovery of Culture)

April :
- Nothing special, I guess

Juni :
- Ketemu dan ngobrol lagi dengan ms. Moon via jejaring sosial

Juli :
- Ketemu langsung dan ngobrol dengan ms. Moon
- Kotak surat telepon genggam penuh dengan nama ms. Moon
- Jatuh hati dengan ms. Moon (Yes, I do!)

Agustus :
- Nembak ms. Moon tapi belum diterima, shock dan sedikit sakit
- Ketemu dengan mbak BPAP, setelah sebelumnya ketemu. Sayangnya saya ndak suka dengan temannya yang tukang gosip.

September :
- Ribut persiapan makrab jurusan
- Mulai latian intensif wayangan Antro

Oktober :
- Makrab Jurusan di tempat yang sekarang sudah rata dengan tanah karena letusan gunung Merapi
- Latian intensif karena wayangan Antro sudah akan pentas
- Pentas wayangan Antro
- Ketemu trio nggerus untuk pertama kali, waktu itu semua sedang nggerus-nggerus-nya
- Membuat anak orang menangis (salah saya, dia amat kecewa)

November :
- Jadi wadah curhat banyak orang, belajar juga dari cerita mereka yang gak akan saya beberkan disini
- Mulai berkutat dengan pekerjaan baru sebagai penulis di Tembi Rumah Budaya
- Menjadi relawan untuk bencana Merapi, ketemu dengan mbak relawan untuk pertama kali.
- Mulai menekuni dunia menulis, bertemu dengan orang-orang yang menyesatkan saya ke jalan yang benar.

Desember :
- Sempat membuat anak orang menangis (lagi)
- Menikmati dan memulai petualangan baru
- Tulisan di muat di Kompas dan hal tersebut membuat orang tua saya bangga, saya ikut terharu
- Bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang luar biasa, salut!

Mungkin ini semua hanyalah sebuah ringkasan singkat dari perjalanan yang saya alami di masa-masa 2010. Dan dari akhir Desember inilah petualangan baru saya sedang dimulai. Dunia dimana saya menikmati segala sesuatunya dengan senyuman.

Terima kasih untuk mantan sekaligus sahabat saya, orang yang saya cintai tapi takdir membawa kita ke arah yang berbeda, orang-orang yang menyesatkan saya ke jalan yang benar, dan keluarga saya yang funky, gaya, gaul, dan trendy (hahahahaseek..)

Bersama dengan desir angin, suara pesawat, rengekan anak kecil, suara burung dan kesunyian tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan, selamat Tahun Baru!..Cheers and Beers!!

Selasa, 21 Desember 2010

Sebuah Gunung Es Diantara Dua Ego

“Aku dan dia, seakan-akan ada gunung es diantar kita berdua yang membuat semua itu terasa beku dan kaku” (SAWOT)


Saya kembali lagi dengan kisah yang saya sendiri gak tahu apakah itu sesuatu yang memprihatinkan atau tidak. Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata “Gunung Es”? Mungkin sebagian orang akan menjawab “Besar, keras, dan kaku”. Ya, semua itu tidak salah, tetapi apa jadinya ketika kita dihadapakan situasi seperti itu dalam sebuah relasi dengan seseorang?

Saya belum lama ini melewati masa ini, sebuah masa Gunung Es. Hei, kenapa masa gunung Es? Karena saya dan orang ini, ya sebut saja dia mbak BPAP, sedikit mengalami miss communication. Ada sebuah kesalahan makna dari kata-kata yang kami ucapkan walaupun mungkin sebagian besar kesalahan ada pada diri saya.

Sebenarnya saya pernah naksir dengan mbak BPAP ini, jujur saja. Saya menaruh perhatian terhadap apa yang dia telah ceritakan pada saya dan caranya dalam menyampaikan banyak hal, tetapi sayangnya waktu itu dia sudah memiliki kekasih hati. Oke, saya memutuskan untuk menjadi teman.

Waktu pun bergulir dengan sangat cepat, hubungan saya dengan Ms. Moon merenggang dan dia pun hadir untuk mengisi kekosongan yang ada, rasa tertarik itupun sempat muncul kembali, tapi saya biarkan semua mengalir. Mengalir seperti air yang pada akhir tujuannya adalah satu, laut.

Banyak dinamika yang kemudian kami hadirkan ketika dia datang kembali, mulai dari sekedar berbincang-bincang, nonton basket, berjalan-jalan ke tempat kerja saya, nongkrong di angkringan, dan juga nonton bioskop layaknya anak muda jaman sekarang. Tetapi ada satu hal yang saya sadari, “Hei, dia masih ada yang punya!”, dan inilah yang membuat saya di satu sisi merasa ada sebuah kesalahan besar.

Kesalahan besar ini akhirnya menjadi bahan permenungan saya untuk membuat sebuah keputusan yang cukup berpengaruh pada hubungan kami berdua, saya memutuskan untuk menganggap hubungan ini sebagai hubungan “kakak-adik” saja. Saya tahu dia amat sangat kecewa dengan keputusan ini.

Hubungan kami berdua pun renggang karena masalah ini sampai pada akhirnya membaik ketika mendekati momen merapi meletus dan dia kembali ke Jakarta. Kami dekat kembali walaupun hanya melalui telepon genggam. Ada satu kesalahan yang saya buat pada masa ini, saya membuat dia mendapatkan harapan yang tinggi.

Pada akhirnya saya kembali memutuskan untuk menjadi “kakak” yang baik tetapi mungkin dia salah menangkap bahasa yang saya sampaikan kepadanya. Kata-kata pun terucap dan dia benar-benar meluapkan kekesalannya pada saya melalui telepon genggam untuk kedua kalinya. Dia benar-benar merasa saya adalah laki-laki yang sudah mengecewakan dia dan mempermainkan perasaannya. Saya, hanya bisa terdiam dan tersenyum sambil berkata pada diri saya sendiri “Kowe ki piye to set?” (Kamu tu gimana to Set?) dan lagi-lagi saya membuat dia menangis.

Kami pun lost contact sama sekali, saya hanya bisa mencuri-curi informasi bagaimana keadaannya melalui kawan-kawan dekatnya. Mereka bercerita banyak hal dan di satu sisi itu sebenarnya membuat saya merasa bersalah karena sudah membuat dia merasa saya memberikan harapan tinggi terhadapnya. Mungkin dia belum bisa menangkap jalan pikiran dan cara saya menyikapi suatu hal secara mendalam, saya salah telah menggunakan cara ini yang membuatnya menangkap makna yang lain.

Sekarang ini hubungan kami berdua kembali membaik, walaupun saya tahu dia sempat menghapus nomor kontak saya dari telepon genggamnya dan saya memakluminya. Awalnya terasa canggung karena sebelumnya ketika kami berpapasan pun tidak ada sepatah kata yang kami ucapkan, ada sebuah Gunung Es diantara kami yang bahkan membuat kami tidak bertegur sapa, begitu dingin, keras, dan kaku. Kalau dipikir-pikir itu sangat lucu karena saya merasa itu bukanlah diri saya yang sebenarnya.

Salah satu dinamika kehidupan ini seakan-akan mengajarkan pada saya bagaimana sebuah hubungan atau relasi benar-benar sangatlah berharga. Ketika semua itu berubah menjadi sesuatu yang beku, kaku, dan keras maka semua itu tidak akan terasa menyenangkan. Maka biarkanlah ini menjadi salah satu proses pendewasaan bagi saya dan mungkin juga dia untuk menjadi manusia seutuhnya.

Semoga saja hubungan kami ini bisa membaik untuk seterusnya tanpa ada sebuah kesalah pahaman yang membuat Gunung Es diantara kami berdua muncul kembali. Kisah saya ini juga mungkin akan menjadi satir untuk seorang (atau beberapa orang?) pembaca yang sama-sama merasa ada Gunung Es dalam hubungannya dengan seseorang. Pecahkanlah Gunung Es itu segera sebelum semuanya menjadi semakin besar dan parah.

Bersama dengan keramaian, gelak tawa, segelas es teh tarik, lemon tea hangat, air putih, kopi, dan hujan tulisan ini dibuat..semoga hari anda menyenangkan..Cheers!

Sabtu, 18 Desember 2010

Kisah Beruang dan Panda

"Love is a canvas furnished by nature and embroidered by imagination." (Voltaire)


Saya ingat betul waktu itu bulan Februari, bulan kasih sayang, ketika kisah ini berakhir. Sebuah kisah yang mungkin tidak lama, tapi berkesan. Ada satu orang yang kemudian bisa menyelesaikan puzzle yang saya miliki, saya menyebut dia sebagai Beruang. Kenapa beruang? karena dia suka sekali tidur dan dia bisa menghabiskan waktunya berjam-jam untuk tidur. Bukan, bukan berarti dia malas untuk beraktivitas bahkan dia bisa dibilang bertanggung jawab atas pekerjaannya dan dia hanya tidur berjam-jam ketika ada kesempatan.

"Woo, dasar beruang..tidur mulu kerjaannya" begitulah pesan singkat yang kadang saya kirimkan ketika masa liburan tiba. Lucu dan aneh, tapi itulah dia. Dia selalu menyebut saya Panda, karena dia menganggap bahwa saya juga seperti dia yang doyan sekali tidur (walau pada kenyataannya iya! hahaha)

Awal pertemuan kami sebenarnya sederhana, lewat jejaring sosial bernama facebook. Waktu itu facebook sedang hot dikalangan anak muda dan sebagai jejaring sosial anak-anak muda berlomba-lomba mencari kawan-kawan dunia maya. Sedangkan saya dan dia? pertemuan ini tidak sengaja karena 'adek' saya.

Dari komunikasi sederhana lewat jejaring sosial semua itu berlanjut hingga bertemu dan beberapa kali pergi bersama. Lucu, aneh, tapi selalu saja menarik. Saya sendiri juga heran kenapa bisa seperti itu, padahal secara usia dia memang lebih muda dari saya. Tapi dia selalu saja menarik di mata saya. Menarik, aha! itulah kunci dari semuanya.

Sampai pada akhirnya saya mantabkan hati saya bahwa memang sudah saatnya untuk menembak dia. Saya memilih tanggal yang boleh jadi amat 'keramat' dan mungkin orang jarang berpikir untuk menembak seseorang ketika tanggal itu terjadi. Hari Jumat Kliwon, 13 November 2009. Teman-teman bilang saya ini bodoh ketika menembak dia pada saat itu dan saya cuma bilang "Yang namanya cinta itu membenturkan diri dengan banyak hal termasuk hal yang dianggap keramat". Dia? dia menerima pernyataan cinta saya itu lewat dunia maya dan pada tanggal 14 dia memantabkan jawabannya. Kami berdua pun menjadi sepasang kekasih Beruang dan Panda.

Hubungan kami boleh dibilang cukup lama, sekitar empat bulan sebelum akhirnya berakhir di bulan Februari, bulan tragis bagi saya sendiri walaupun orang-orang mengatakan bulan ini adalah bulan kasih sayang. Tragis karena di bulan ini semua terjadi : Kakek saya meninggal dunia, Saya dipenuhi jadwal pekerjaan yang menggila, dan dia memutuskan saya.

Saya terima itu semua dengan lapang dada. Beruang dan Panda mungkin sudah berbeda jalan, membiarkan diri mereka tak lagi menjadi sepasang kekasih. Si Beruang mencoba untuk mencari pasangan Beruang dan Panda mencari pasangan Panda. Mungkin memang takdir bagi Beruang dan Panda untuk tak bisa bersatu tetapi bukan berarti saling bermusuhan

Saya dan Beruang masih menjaga komunikasi hingga saat ini, bahkan dia masih sering ribut pada saya untuk masalah rokok karena dia sendiri sangat tahu kondisi fisik saya ini. Kadang saya tertawa mendengar ke khawatiran yang dia miliki, tapi saya rasa itu wajar. Terima kasih Beruang, kamu sudah mengingatkan saya akan banyak hal dan yang terutama untuk pelajaran 'menghargai perasaan sesibuk apapun aktivitas yang dimiliki'. Biarkan semua ini menjadi memori manis yang tersimpan di kotak pandora masing-masing.

Bersama dengan melankolia pagi, laptop, ratusan buku, dan segelas susu UHT tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!