Sabtu, 18 Desember 2010

Kisah Beruang dan Panda

"Love is a canvas furnished by nature and embroidered by imagination." (Voltaire)


Saya ingat betul waktu itu bulan Februari, bulan kasih sayang, ketika kisah ini berakhir. Sebuah kisah yang mungkin tidak lama, tapi berkesan. Ada satu orang yang kemudian bisa menyelesaikan puzzle yang saya miliki, saya menyebut dia sebagai Beruang. Kenapa beruang? karena dia suka sekali tidur dan dia bisa menghabiskan waktunya berjam-jam untuk tidur. Bukan, bukan berarti dia malas untuk beraktivitas bahkan dia bisa dibilang bertanggung jawab atas pekerjaannya dan dia hanya tidur berjam-jam ketika ada kesempatan.

"Woo, dasar beruang..tidur mulu kerjaannya" begitulah pesan singkat yang kadang saya kirimkan ketika masa liburan tiba. Lucu dan aneh, tapi itulah dia. Dia selalu menyebut saya Panda, karena dia menganggap bahwa saya juga seperti dia yang doyan sekali tidur (walau pada kenyataannya iya! hahaha)

Awal pertemuan kami sebenarnya sederhana, lewat jejaring sosial bernama facebook. Waktu itu facebook sedang hot dikalangan anak muda dan sebagai jejaring sosial anak-anak muda berlomba-lomba mencari kawan-kawan dunia maya. Sedangkan saya dan dia? pertemuan ini tidak sengaja karena 'adek' saya.

Dari komunikasi sederhana lewat jejaring sosial semua itu berlanjut hingga bertemu dan beberapa kali pergi bersama. Lucu, aneh, tapi selalu saja menarik. Saya sendiri juga heran kenapa bisa seperti itu, padahal secara usia dia memang lebih muda dari saya. Tapi dia selalu saja menarik di mata saya. Menarik, aha! itulah kunci dari semuanya.

Sampai pada akhirnya saya mantabkan hati saya bahwa memang sudah saatnya untuk menembak dia. Saya memilih tanggal yang boleh jadi amat 'keramat' dan mungkin orang jarang berpikir untuk menembak seseorang ketika tanggal itu terjadi. Hari Jumat Kliwon, 13 November 2009. Teman-teman bilang saya ini bodoh ketika menembak dia pada saat itu dan saya cuma bilang "Yang namanya cinta itu membenturkan diri dengan banyak hal termasuk hal yang dianggap keramat". Dia? dia menerima pernyataan cinta saya itu lewat dunia maya dan pada tanggal 14 dia memantabkan jawabannya. Kami berdua pun menjadi sepasang kekasih Beruang dan Panda.

Hubungan kami boleh dibilang cukup lama, sekitar empat bulan sebelum akhirnya berakhir di bulan Februari, bulan tragis bagi saya sendiri walaupun orang-orang mengatakan bulan ini adalah bulan kasih sayang. Tragis karena di bulan ini semua terjadi : Kakek saya meninggal dunia, Saya dipenuhi jadwal pekerjaan yang menggila, dan dia memutuskan saya.

Saya terima itu semua dengan lapang dada. Beruang dan Panda mungkin sudah berbeda jalan, membiarkan diri mereka tak lagi menjadi sepasang kekasih. Si Beruang mencoba untuk mencari pasangan Beruang dan Panda mencari pasangan Panda. Mungkin memang takdir bagi Beruang dan Panda untuk tak bisa bersatu tetapi bukan berarti saling bermusuhan

Saya dan Beruang masih menjaga komunikasi hingga saat ini, bahkan dia masih sering ribut pada saya untuk masalah rokok karena dia sendiri sangat tahu kondisi fisik saya ini. Kadang saya tertawa mendengar ke khawatiran yang dia miliki, tapi saya rasa itu wajar. Terima kasih Beruang, kamu sudah mengingatkan saya akan banyak hal dan yang terutama untuk pelajaran 'menghargai perasaan sesibuk apapun aktivitas yang dimiliki'. Biarkan semua ini menjadi memori manis yang tersimpan di kotak pandora masing-masing.

Bersama dengan melankolia pagi, laptop, ratusan buku, dan segelas susu UHT tulisan ini dibuat..Semoga hari anda menyenangkan..Cheers!


1 komentar:

dimpil mengatakan...

Anda menembak dia ketika 13 November ulangtahun saya. Saya pernah menembak seorang perempuan ketika ulangtahun saya, alasanya simpel biar saya mudah mengingat kapan jadian...

Hubungan itu hanya berjalan 2 bulan. akhirnya kami berpisah, sedang kabar dia sudah jadian dengan seorang pemain bola. Dimana pemain itu bermain di sebuah klub yang selalu saya bangga-banggakan. jancuk!